Senin, 05 September 2011

Redaksi Menulis


Hidup kita penuh misteri. Kadangkala kita gembira, tertawa riang dan merasa bahagia. Namun kadangkala kita diliputi kesedihan, tangisan pilu dan penderitaan. Suka dan duka akan mewarnai kehidupan kita selama kita masih berziarah di dunia ini. Banyak orang beranggapan bahwa penderitaan adalah malapetaka yang harus dihindari. Anggapan ini akan mengakibatkan rasa putus asa, saat doa-doa kita sepertinya diabaikan Tuhan. Namun sebagian orang akan tetap dibimbing Roh Kudus sehingga tetap memiliki semangat kerendahan hati, kebesaran iman dan pantang menyerah. 
Yesus mengajarkan kepada kita, bahwa kemulianNya diraih dengan terlebih dahulu menanggung penderitaan. Ia berpesan agar kitapun mengikuti jejakNya : menjalani hidup dengan menyangkal diri (hidup tidak berpusat pada diri sendiri), dan  mengarahkan diri kepada kehendak Bapa.Belajar memikul salib, yang berarti menghadapi penderitaan, duka nestapa hidup ini dengan tegar, meski kesengsaraan yang terburuk yang tidak pernah kita kehendaki sekalipun. Kita tidak perlu meratap-ratap, seakan kita sendirilah orang yang paling menderita di dunia ini.Mari kita belajar untuk tetap tegar, optimis dan menyerahkan semua peristiwa itu pada kebaikan hati Bapa. Kita seringkali tidak bisa menyelami hati Bapa, yang mempunyai rencana indah buat kita yang dikasihiNya. Saat mengalami duka, kita pasti belum bisa memahami kehendakNya, tapi dengan tetap terbuka akan segala kebaikan Tuhan dan kerendahan hati, suatu saat kita akan menyadari, betapa baiknya rencana Tuhan untuk kita. Tuhan memberkati kita semua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas komentar anda. ^^