Rabu, 09 Februari 2011

Seputar Paroki

Misa Malam Natal, Misa Keluarga Kudus dan Misa Malam Tahun Baru di Kapel  St. Maria Fatima Bondongan


Misa Malam Natal
Pada pelaksanaan misa malam Natal 2010, dan misa Malam Tahun Baru di kapel St. Maria Fatima Bondongan yang baru saja usai, dipersiapkan oleh panitia  ditingkat Lingkungan (kolaborasi dari 4 Lingkungan genap yang ada; dari total 8 lingkungan di Wilayah St. Maria Fatima Bondongan).  Panitia berupaya agar misa dapat dilaksanakan dalam suasana hening sehingga syahdunya malam Natal dapat terasa bagi umat yang hadir. Persiapan-persiapan yang telah direncanakan mulai menapaki puncaknya, dimulai dari tanggal 21 hingga hingga mencapai puncaknya pada 24 Desember 2010. Adapun persiapan-persiapan rutin  yang perlu diantisipasi adalah pemasangan tenda, kursi, dekorasi  (bunga dan panggung altar perubahan posisi Altar), lampu, dan pembuatan kandang serta pohon Natal. Panitia harus  bekerja cekatan mengingat   panggung untuk Altar baru dapat dipersiapkan pada tanggal 23 Des seusai misa pagi.  Yang cukup unik dan menarik adalah persiapan pesta Natal (ramah tamah dan makan bersama umat  seusai misa malam Natal).  Kesibukan menjelang hari H mulai terlihat, pertemuan koordinasi  seksi Konsumsi  dengan para petugas dari setiap Lingkungan pada pagi 23 Des 2010, dilanjutkan dengan Gladi Bersih semua petugas misa malam Natal bersama Romo Garbito pada pukul 19:00 (diawali dengan gladi bersih petugas perarakan untuk misa Keluarga Kudus keesokan harinya) , dilanjutkan dengan dekorasi Altar dan  panggung pada tanggal 24 Des pagi hari, dan pengecekan sound system serta videocam untuk kelancaran misa yang selesai menjelang pukul 3 siang.  Semuanya berjalan dengan lancar dan dilaksanakan dengan  penuh sukacita oleh panitia dengan berbagi dalam kebersamaan.
Misa malam Natal dijadwalkan pada pukul 18:00; umat mulai berdatangan  dari  pukul 16:00, disellingi dengan hujan pada pukul 17:00 hingga 17:30 (benar2 menyejukkan suasana dan menambah suasana syahdu).  Perarakan Natal  dimulai  pukul  18:00 diawali oleh Misdinar dengan membawa Salib dan diapit dengan lilin perarakan,  bayi Yesus (oleh Roberta dan Robertus Ruliyadi), wakil BIA (Adi dan Stephanie), wakil OMK (Peter dan Rita), wakil Gereja (Handono dan Nita)  diikuti oleh Misdinar yang lain, Lektor, Prodiakon, Frater dan Romo, sembari umat menyanyikan lagu “Bebaskanlah” serta “Transeamus” yang dipimpin oleh Koor Wilayah St. Maria Fatima Bondongan dalam suasana gelap gulita menuju kandang Natal. Setelah Romo menaruh Yesus di kandang Natal, sembari memberkati, dilanjutkan maklumat oleh Frater David,  disusul dengan doa oleh wakil BIA (anak2),  doa kaum Muda dan doa dari wakil Umat. Seusai doa, lampu kembali dinyalakan sebagai pertanda kehadiran Kristus di dunia. Suasana berlangsung dengan sangat meriah,  di bawah tenda  dan di koridor telah penuh sesak dengan umat  yang hadir (panitia menyediakan kursi sebanyak 1000, diperkirakan umat yang hadir melebihi kapasitas yang disediakan) hingga sampai ke aula SD MW.
Romo Garbito dalam homilinya berpesan hendaknya Sukacita Natal tidak hanya berhenti didalam Gereja/ umat namun juga dapat dirasakan oleh umat yang lain. Sehingga kasih dan keselamatan sungguh-sungguh  menjadi milik semua bangsa. Suasana Natal kali ini memang cukup berbeda dibandingkan dengan sausana Natal sebelumnya. Anak-anak mulai tertib (terima kasih pada orangtua yang telah membimbing anaknya) dan suasana misa sungguh berlangsung dalam hening dan tertib. Jumlah anak-anak juga semakin bertambah, ini terlihat pada saat komuni, jumlah anak-anak yang mendapat berkat dari Romo  cukup banyak.  Pada saat pengumuman, Ketua Wilayah St. Maria Fatima Bondongan (S Surya Tjandra) diberikan kesempatan  untuk mengucapkan terima kasih kepada Romo, Frater, Suster, petugas Liturgi, Panitia, Umat Wilayah dan umat yang hadir atas kerjasama semua pihak  sehingga misa malam natal dapat berlangsung dengan lancar dan tertib, sambil  tak lupa mengucapkan selamat hari Natal bagi semua.  Seusai misa, semua umat diundang dalam perayaan Natal, yakni ramah tamah sambil menikmati lontong kare (ayam atau sapi)  yang telah dipersiapkan oleh panitia (terima kasih atas partisipasi umat/ pengurus Lingkungan di WilBond dan Ice Cream dari Kel. Bp./ Ibu Suwandhi).
Sambil menikmati hidangan umat saling berbagi ucapan selamat Natal. Semoga sukacita dan damai Natal selalu melekat dan hidup di hati umat.  Selamat Natal 2010.

Misa Keluarga Kudus
Hari Natal tahun 2010 ini bertepatan dengan Misa Keluarga Kudus. Maka pada misa Sabtu sore (misa Minggu) di kapel Bondongan  dirayakan pula secara khusus. Perarakan petugas Liturgi bersama para keluarga (wakil umat dari setiap Lingkungan) dengan membawa lilin didampingi dengan Romo, berlangsung dengan  khidmat. Para keluarga membawa cahaya lillin dan secara bergantian menaruhnya di depan kandang Natal.  Sungguh suatu pengalaman yang luar biasa bagi setiap keluarga yang mendapat kesempatan tersebut. Kemudian misa dilanjutkan oleh Romo Garbito (iringan koor  dari Siliwangi II) dibantu  para petugas Liturgi lainnya. Pada homilinya Romo Garbito mengingatkan agar umat selalu meneladani  keluarga Kudus yakni keluarga Nazareth dalam mengembangkan dan menumbuhkan  iman ditengah-tengah keluarganya.
Pada saat persiapan persembahan, Keluarga Acang Susanto membawa persembahan ke depan Altar. Suasana misa pada Sabtu sore tersebut terasa sungguh berbeda dan memberi kesan yang cukup mendalam bagi umat yang hadir. Walaupun jumlah umat yang hadir  dibanding dengan misa malam Natal sangat jauh berbeda, namun  misa tetap berlangsung dalam suasana yang indah dan meresap dihati umat.

Misa malam Tahun Baru
Misa malam Tahun Baru 2011 kali ini, adalah misa malam tahun Baru yang ketiga  kali di Kapel Bondongan, minimal sepanjang pengetahuan penulis. Meskipun umat banyak yang berlibur akhir tahun, misa malam Tahun Baru tetap dihadiri oleh umat yang dengan penuh antusias hendak merayakan tutup tahun  dengan  penuh syukur. Misa dipersembahkan oleh Romo Ign. Heru Wihardono, terasa begitu istimewa. Romo Heru mengingatkan kembali, perlunya kita melakukan refleksi  atas hal-hal yang telah kita jalani serta berkeinginan untuk  melakukan perbaikan diri dalam terang iman Kristiani. Romo mengajak agar kita (keluarga) sebagai  gejera mini untuk  berdoa bersama dalam suatu ikatan keluarga  sebagai wujud syukur dan  mohon lindungan serta berkat di tahun yang baru, sehingga nilai-nilai Kristiani  dapat meresap di hati setiap keluarga, sesuai dengan tema AAP tahun 2010 ini yakni “menyambut Yesus di dalam era Globalisasi”.

Selepas misa, umat diundang dalam suasana ramah tamah sambil menikmati penganan yang telah disediakan oleh para pengurus Lingkungan, sebagai ungkapan syukur atas perjalanan disepanjang tahun 2010 yang telah dilalui dengan baik. Selamat Tahun Baru 2011  (swara WilBond).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas komentar anda. ^^