Sabtu, 07 Januari 2012

Terminal Puisi

Dua Ribu Dua Belas


Kulihat mentari pagi terbit bersinar malas di akhir tahunNya
Kemudian, merayap naik ke atas sana laksana ular yang sedang meninggikan badannya yang panjang menjulur.
Dan aku pun tertegun sejenak...
Akankah peristiwa yang sama terjadi lagi di esok atau lusa?
Karena juga kuingat...
Saat itu tubuhMu yang kudus rusak diusik para musuh yang begitu haus akan darah gerejaMu
Sementara kuakui, jika Engkau berkenan aku pun orang berdosa.
Kutatap sejenak...
MentariMu yang tadi telah terbit di kasih dan kebaikan hatiMu kini telah condong ke barat.
Sebentar lagi malam gelapNya mengantar aku tertidur pulas dan membawa aku bermimpi indahNya hari esok.
Akhir tahun ini kutinggalkan dengan sesak nafas di dada.
Benar, ... dan Kau tak pernah ada dusta ...
Sebentar lagi Tuhan Allahku juga terbit sebagai pemenang seiring ucapanNya kepadaku yang sayup-sayup berkata, “Selamat Tahun Baru 2012, sebaru harapanmu kepadaKu, nak”.

Ipung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas komentar anda. ^^