Kamis, 01 Juli 2010

Ruang Kitab Suci

MUNGKINKAH TIDAK DENDAM DAN MENGASIHI MUSUH ?
Oleh : Peter Suriadi

Sebelum merenungkan teks di bawah ini, mungkin berguna kalau Anda menyebut dalam hati nama semua musuh Anda. Ada berapa ? Apakah Anda dendam dengan mereka ? Berbahayakah dan jahatkah mereka? Lalu, coba merenung sejenak : apakah Allah punya musuh ? Tentu saja, Allah dimusuhi orang-orang tertentu. Namun, apakah Allah sendiri memandang orang-orang tertentu itu sebagai musuh-Nya? Seandainya Allah mempunyai musuh, Ia mungkin tidak pernah akan mengutus Putra-Nya untuk menyelamatkan dunia. Dan seandainya Allah sungguh memusuhi manusia, mana mungkin Yesus berdoa di salib untuk mereka yang menyiksa dan akhirnya membunuh-Nya.
Teks
Mat 5:38-48
38 Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi.
39 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.
40 Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu.
41 Dan siapa pun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.
42 Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.
43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
45 Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.
46 Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?
47 Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian?
48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”

Konteks
Injil Matius menyimpan banyak sekali bahan pengajaran. Yang terkenal adalah Khotbah di Bukit (Mat 5:1-7:29). Khotbah di Bukit merupakan rangkuman dari ajaran di bukit tersebut. Dalam ajaran itu Matius menampilkan unsur-unsur Yahudi yang kemungkinan berasal dari ibadat kuno. Matius juga bermaksud memberikan semacam katekismus ajaran Kristen, dengan cara yang sederhana dan mudah diingat.
Dalam Mat 5:21-48, ajaran Yesus disampaikan dengan menggunakan enam kontras tajam yang umumnya disebut antitesis (5:21-26 > pembunuhan dan amarah, 5:27-30 > zinah dan keinginan jahat, 5:31-32 > perceraian/kelanggengan perkawinan, 5:33-37 > sumpah, 5:38-42 > balas dendam, 5:43-48 > kasih kepada musuh). Pola antitesis ini bertujuan untuk mengkontraskan antara pola hidup Allah yang tanpa perhitungan untung rugi dan pola hidup manusia pada umumnya yang penuh perhitungan untung rugi. Tentunya pola Allah yang harus menjadi pola hidup para pengikut Yesus.
Teks yang kita renungkan kali ini (Mat 5:38-48) menyajikan suatu yang kiranya setua peradaban manusia, yaitu hukum balas dendam atau hukum keseimbangan (lex talionis) dan musuh. Sebagai contoh, hukum balas dendam sudah ada pada zaman raja Babel yang tercatat dalam undang-undang Hammurabi tahun 2285-2245 SM : “Kalau ada orang membuat mata orang ningrat rusak, mata orang itu pun harus dirusakkan. Kalau ia membuat tulang rusuk orang ningrat patah, tulang rusuknya pun harus dipatahkan. Tetapi kalau orang itu membuat mata orang miskin rusak, atau tulang rusuknya patah, ia harus membayar satu keping uang mina ... Kalau ia mematahkan gigi orang yang sederajat dengannya, giginya harus dipatahkan. Kalau ia merusak gigi orang miskin, ia harus membayar sepertiga mina.”. Dalam Perjanjian Lama pun hukum balas dendam begitu mendominasi (Kel 21:23-25; Ul 19:21; Im 24:19-20). Semoga dengan merenungkan teks ini kita menyadari apa yang seharusnya kita lakukan sebagai orang Kristen.

Susunan Teks
Teks dapat dibagi menjadi 2 bagian, yaitu :
ü Balas dendam (5:38-42)
ü Kasih terhadap musuh (5:43-48)

Keterangan Teks
· kamu telah mendengar firman (ayat 38)
Kalimat ini dipakai untuk menegaskan bahwa kalimat lanjutan perlu diperhatikan secara khusus. Jadi, kalimat ini bolehlah dianggap semacam aba-aba meriah bagi pembaca untuk mulai mendengarkan pengajaran Yesus.
· mata ganti mata .... gigi ganti gigi (ayat 38)
Hukum balas dendam atau hukum keseimbangan (lex talionis) mengacu pada Kel 21:24, Im 24:20 dan Ul 19:21. Hukum ini aslinya dibuat untuk melindungi kehidupan yang terancam oleh karena balas dendam, termasuk balas dendam yang mengerikan seperti dicatat dalam Kej 4:23. Dengan adanya hukum ini orang kehilangan hak untuk membalas dendam secara pribadi atau main hakim sendiri sebab setiap masalah harus diputuskan dalam sidang para penatua. Tetapi biar bagaimana pun etika masyarakat Yahudi pada waktu itu didasarkan pada hukum balas dendam sekalipun balas dendam itu dimaksudkan untuk mengontrol kehidupan.
· Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat (ayat 39)
Melawan berarti menantang (Yunani : antisthemi). Hukum balas dendam atau hukum keseimbangan (lex talionis) mengacu pada Kel 21:24, Im 24:20 dan Ul 19:21. Hukum ini aslinya dibuat untuk melindungi kehidupan dari balas dendam (misalnya balas dendam yang mengerikan seperti tercata dalam Kej 4:23). Dengan adanya hukum ini orang tidak mempunyai hak balas dendam dan main hakim sendiri karena setiap persoalan harus diputuskan oleh sidang para penatua.
· menampar pipi kananmu ..... berilah juga kepadanya pipi kirimu (ayat 39)
Menampar pipi kanan orang lain lebih mudah dilakukan dengan telapak luar tangan kanan. Bagi orang Timur Tengah kuno dan para rabi Yahudi, menampar dengan telapak luar tangan kanan dapat diartikan sebagai penghinaan berat jika dibandingkan dengan menampar dengan telapak dalam tangan kanan. Jadi, tamparan merupakan lambang penghinaan.
Lewat ilustrasi ini Yesus tidak menganjurkan kejahatan boleh dibiarkan begitu saja. Yesus menghendaki agar para pengikut-Nya tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Dengan memberikan pipi kiri (bdk Rat 3:30; Ams 24:29, 25:21-22; Im 19:18), memberikan kemungkinan hati si jahat untuk bertobat, bukan kebinasaan si jahat. Dengan kata lain, kesediaan bertobat tidak akan muncul jika si jahat ditantang/dilawan. Yesus mengajak kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan (Rm 12:19-21).
· mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu (ayat 40)
Baju (Yunani : khiton) adalah sejenis pakaian tipis dalam yang panjangnya sampai lutut. Jubah (Yunani : himaton) adalah semacam baju panas/mantel yang berfungsi ganda, yaitu sebagai pakaian luar yang panjangnya sampai kaki untuk melindungi diri dari teriknya matahari dan sebagai sejenis selimut untuk penghangat tubuh dari dinginnya malam. Setiap orang Yahudi pasti memiliki baju, bahkan yang termiskin sekalipun masih memiliki baju ganti. Sedangkan kebanyakan orang Yahudi hanya memiliki satu jubah dan tidak punya gantinya.
Dalam perkara pengadilan baju dapat dijadikan sebagai barang jaminan, sedangkan jubah tidak. Jadi, mengadukan untuk mengingini baju dapat diartikan sebagai meminta bantuan hakim untuk memperkarakan secara hukum dan mendapatkan baju. Sebab menurut hukum, baju panas seseorang warga tidak boleh diambil biarpun untuk semalam saja (Kel 22:26-27).
Dengan demikian Yesus mengajarkan bahwa para pengikut-Nya tidak mengandalkan dan menuntut hak-hak hukumnya, bahkan menganggap diri tidak mempunyai hak hukum sehingga terhindar dari sikap balas dendam.
· memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil (ayat 41)
Pemerintah Persia kuno mempunyai jaringan pengiriman surat dengan pos-pos yang jarak tempuhnya 1 hari perjalanan. Di setiap pos tersedia makanan bagi para pengantar surat dan rumput untuk kuda-kuda mereka. Kuda-kuda baru juga disiapkan untuk menggantikan kuda-kuda yang sudah lemah sehingga perjalanan dapat dilanjutkan hingga ke pos berikutnya. Tetapi kalau kuda baru dan makanan minuman tidak ada, penduduk setempat dapat dipaksa untuk memberi makanan minuman dan/atau kudanya. Bahkan penduduk tersebut dapat dipaksa untuk mengantar surat itu sejauh 1 hari perjalanan.
Kata Yunani untuk paksaan itu adalah aggareunin. Kata ini selanjutnya dipakai untuk setiap bentuk paksaan yang dilakukan para penguasa terhadap penduduk jajahannya. Pada zaman Yesus, Palestina dijajah oleh kekaisaran Romawi. Para serdadu Romawi berhak memaksa orang-orang Yahudi untuk memikul barang-barang bawaan mereka sejauh 1500 meter (kira-kira 1mil atau 1000 langkah).
Yesus mengajak para pengikut-Nya bila dipaksa menemani barang bawaan penguasa sejauh 1500 meter, berjalanlah bersamanya bukan hanya 1500 meter dengan hati dongkol, tetapi berjalanlah 3000 meter dengan hati sukacita. Artinya, Yesus mengajak jangan memikirkan diri sendiri dan semau gue, tetapi pikirkanlah dan utamakanlah tugas dan kewajiban untuk membantu dan melayani orang lain, termasuk membantu membuka hati si jahat untuk bertobat, bukan balas dendam. Lakukanlah semuanya itu dengan sukacita.
· Berilah kepada ...... yang meminta kepadamu dan janganlah menolak ..... yang mau meminjam (ayat 42)
Yesus mengajak untuk memberi kepada orang yang meminta, bukan memeras, karena ia pasti membutuhkan sesuatu. Dalam hukum Yahudi pun, pemberian sukarela sudah diatur dalam Ul 15:7-11. Yesus pun mengajak orang untuk membuka tangan lebar-lebar dengan berbelas kasih kapan pun dan kepada siapa pun juga karena Tuhan akan memberkatinya.
· Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu (ayat 43)
Sesama berarti orang sebangsa (Yunani : plesion). Maka bagi orang Yahudi yang dimaksud sesama adalah orang-orang sebangsanya dan musuh adalah orang yang tidak sebangsa dengannya, terutama orang kafir yang tidak mengakui Allah (Im 19:18; Mzm 139:21-22). Salah satu alasan utama kebencian terhadap bangsa kafir adalah bahaya penyembahan berhala dan kemurtadan jika orang Yahudi bergaul dengan mereka. Salah satunya tercatat dalam Ul 7:2.
· Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu (ayat 44)
Ini merupakan perintah sangat tegas dari Yesus. Yesus menolak pandangan tentang sesama yang eksklusif itu. Perintah Yesus tersebut sebenarnya juga telah tertuang dalam Perjanjian Lama : “Orang asing yang tinggal padamu harus sama bagimu seperti orang Israel asli dari antaramu, kasihilah dia seperti dirimu sendiri, karena kamu juga orang asing dahulu di tanah Mesir; Akulah TUHAN, Allahmu.” (Im 19:34; bdk Kel 23:4-5; Ams 25:21).
Dalam bahasa Yunani ada empat kata (stergein, eran, philein, dan agapan) yang artinya “mengasihi” tetapi dalam lingkup berbeda. Kata kerja stergein (kata benda : storge) mengacu pada kasih mesra orangtua kepada anak dan sebaliknya. Kata kerja eran (kata benda : eros) mengacu pada kasih asmara pria dan wanita yang mengandung nafsu birahi. Kata kerja philein (kata benda : philia) mengacu pada kasih sejati antarsahabat dekat. Sedangkan kata kerja agapan (kata benda : agape) mengacu pada kasih tanpa perhitungan dan tidak peduli kepada siapapun.
Dalam ayat 44 ini Matius menggunakan kata agapan. Artinya, kasih agape adalah kasih tanpa pamrih dan sama sekali tidak memperhitungkan kelakuan orang (termasuk terhadap musuh), entah sikap, perkataan, ataupun perbuatannya yang menghina, menyakiti atau menyusahkan. Kasih agape mendorong orang untuk membuang segala pikiran jahat terhadap orang lain dan memperlakukannya dengan kebajikan yang tak kenal batas demi kebaikan sesama.
Doa merupakan ungkapan kasih agape itu. Doa merupakan “obat mujarab” bagi segala kebencian karena manusia tidak mungkin berdoa sambil membenci.
· kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar (ayat 45)
Alasan kasih apape adalah karena serupa dengan Bapa. Menjadi anak berarti menjadi serupa secara rohani dengan Bapa yang mengasihi dan menjamin kehidupan setiap orang tanpa diskriminasi, baik orang benar yang melakukan kehendak Allah dan orang tidak benar yang tidak peduli dengan kehendak Allah, lewat terbitnya matahari dan turunnya hujan (di Palestina yang sering mengalami kekeringan, hujan dipandang sebagai salah satu berkat istimewa dari Allah).
· apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? (ayat 46)
Dengan pertanyaan retoris ini, Yesus bukan mau mempersoalkan upah. Tetapi Ia mau menegaskan bahwa mengasihi orang yang dapat membalas kasih tidaklah sulit. Mengasihi orang yang dapat membalas kasih tidak mendatangkan pahala ilahi karena kasih tersebut dilakukan juga oleh para pemungut cukai. Para pemungut cukai adalah orang-orang Yahudi yang dianggap sebagai antek penjajah Romawi dengan bekerja menagih bea cukai dari orang-orang sebangsanya. Mereka dianggap najis dan dibenci. Dan ternyata orang-orang itu pun mengasihi orang yang bersikap baik kepada mereka sehingga kasih timbal balik seperti itu tidak pernah menjadi masalah bagi siapapun juga. Para pengikut Yesus seharusnya tidak berhenti pada tingkat kasih yang “tidak ada sulitnya”.
· apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian? (ayat 47)
Kasus dalam ayat 47 ini serupa dengan ayat 46 di atas. Bagi orang Yahudi, salam merupakan ungkapan keinginan dan doa permohonan berkat agar orang yang disalami sungguh mengalami damai sejahtera. Saudara-saudaramu berarti sesamamu, orang yang sebangsa denganmu. Menurut Yesus, memberi salam kepada saudara-saudara saja tidak ada lebihnya daripada perbuatan orang lain karena bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah/bangsa kafir (Yunani : ethikoi) pun berbuat demikian.
· haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna (ayat 48)
Ayat 48 ini dapat dianggap suatu kesimpulan Mat 5:21-48. Kesempurnaan Allah mengacu pada totalitas kasih-Nya. Ia mengasihi tanpa batas dan demi kebaikan manusia tanpa diskriminasi. Dan manusia akan menjadi serupa dengan-Nya jika ia mampu memberi diri sepenuhnya kepada Allah agar menjadi sempurna. Manusia menjadi sempurna (Yunani : teleios) berarti ia melakukan hukum kasih secara total seperti yang dilakukan Allah terhadapnya dan semua manusia tanpa pandang bulu.

Amanat
Banyak orang berpikir bahwa kasih adalah sesuatu yang spontan. Namun, yang jauh lebih spontan dari kasih justru egoisme manusia. Jarang sekali ada kasih agape. Sebab dalam kasih agape, manusia harus menerima sesamanya apa adanya, bukan sekehendaknya. Salah satu akar dari egoisme manusia adalah balas dendam. Balas dendam menyebabkan orang lain dianggap musuh.
Salah satu intisari kekristenan ialah kasih kepada musuh. Orang yang melaksanakannya, sungguh mengenal Allah sebab Allah tidak punya musuh. Ia hanya punya anak-anak yang seharusnya dicintai sebagai saudara-saudara. Kasih kepada musuh bukan hal yang mustahil sebagaimana diyakini banyak orang. Orang beragama yang belum sampai kepada keyakinan bahwa musuh pun harus dicintai, masih punya jalan panjang kepada pengenalan Allah yang sebenarnya. Jadi sesungguhnya musuh, kalau ada, lebih sering ada di kepala daripada dalam kenyataan.
Yesus mengharapkan murid-murid-Nya memiliki sikap sosial yang luar biasa, melebihi yang dianjurkan oleh orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat pada masa Yesus. Murid Yesus diajak membalas tiap tindakan sesama dengan kebaikan. Bahkan kejahatan pun harus diberantas dengan kebaikan sempurna. Sikap sosial murid Yesus tersebut didasarkan pada kesempurnaan Bapa di surga. Yesus juga menganjurkan sikap sosial kepada semua orang, bahkan kepada orang-orang yang memusuhi murid-murid-Nya. Sementara orang-orang Farisi hanya menganjurkan sikap sosial kepada orang-orang sebangsanya yang simpatik. Yesus tahu bahwa nasehat-Nya untuk mengasihi musuh dapat dinilai tidak adil atau bahkan tidak masuk akal. Semua sikap sosial itu mungkin diterapkan jika yang menjadi ukuran adalah Allah. Sebab jika kita memakai ukuran diri kita sendiri, kita cenderung mempersempit dan memperketat ukuran itu. Oleh karena itu ukuran kesempurnaan kita bukanlah diri sendiri atau manusia lain tapi Allah sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas komentar anda. ^^