Sabtu, 01 Mei 2010

Yang Ringan-Ringan

 
BEKKER

Bangun pagi bukanlah hal mudah bagi anak-anak seminari. Setiap pagi kebanyakan anak harus selalu dibangunkan. Sebab jika tidak, mereka akan tidur terus, tidak bangun-bangun. Apalagi masih gelap dan dingin, enak untuk melanjutkan tidur.

Bekker besar di taruh di ruang tidur. Pagi hari akan berbunyi keras untuk membangunkan anak-anak. Kebanyakan anak akan terbangun mendengar suara bekker tersebut. Namun ada juga yang tidur lagi, karena itu perlu dibangunkan.

Baru-baru saya di seminari, tidur bareng dengan anak seminari. Mulanya aman-aman saja. Beberapa hari kemudian bekkernya hilang. Wah repot.. Keesokan harinya saya membeli bekker yang lebih besar untuk menggantikan yang hilang. Tak tau kemana, anak-anak sudah ditanya, semua menjawab tidak melihat.

Rupanya bekker yang baru saya beli juga tidak bertahan lama. Hilang lagi.. dan tak tahu kemana. Beberapa hari kemudian saya mendapatkan potongan besi dan saya berpikir pasti besi ini berguna untuk membangunkan anak.

Pagi-pagi betul, saatnya bangun pagi, saya keliling sambil membawa besi dan membangunkan anak-anak dengan memukulkan besi ke tempat tidur mereka yang belum bangun. Mereka kaget dan langsung loncat. Karena suaranya keras, besi beradu dengan besi. Waktu itu tempat tidurnya ranjang susun dan terbuat dari besi.

Beberapa hari kemudian bekker-bekker bermunculan dengan sendirinya. Mereka lebih takut mendengar suara besi daripada suara bekker. Maksudnya mau ngerjain staf baru, tahunya kena batunya haha..


Bogor, 12 Maret 2010

Diambil dari
DIBALIK TEMBOK SEMINARI
JM RIDWAN AMO

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas komentar anda. ^^